Popular Posts

Tuesday, September 1, 2020

HARI PERTAMA SEKOLAHKU



 TDR


THE DIARY OF RAINA

page 1

Hari Pertama Sekolahku

Dear Diary, Hallo namaku Raina aku akrab dipanggil Rain hari ini adalah hari pertamaku memasuki bangku kelas 1 Sekolah Dasar. Pagi ini  bukan lagi ayam yang membangunkanku dengan suara kokokan khasnya. Aku terbangunn lebih pagi dari biasanya, Aku tak langsung beranjak dari kasurku,Aku harus mengumpulkan nyawa dalam tubuhku yang masih berada di alam mimpi.

Beberapa saat kemudian terdengar suara ketukan lembut dari balik pintu kamarku,terdengar suara ibu membangunkanku "Nak,bangunlah" Ucap ibu sambil mengetuk pintu kamarku, "Iya bu,aku sudah bangun" ( ucapku sambil bergegas bangun dari tempat tidurku ). kemudian aku membuka pintu kamarku kudapati seorang perempuan nan cantik berambut panjang di depan kamarku, iya, dia adalah Ibuku wanita terhebat di dunia.

"Ibu,Rain sudah lebih dulu bangun sebelum ibu membangunkanku" ( ucapku sambil menatap ke wajah cantik ibuku ), " wahh, hebat sekali Putri Ibu yang cantik,pasti sudah tidak sabar untuk hari pertama sekolah " ( kata Ibu sambil memegang lembut kepala ku ), " Iya bu, Rain sudah tidak sabar berangkat kesekolah dan bertemu Bapak Ibu guru dan kawan-kawan baru Aish" ( membalas sambil sesekali menjijitkan kaki kegirangan ), " kalau begitu cepat mandi dan bersiap-siap, Ibu akan membuatkan mu sarapan pagi yang enak "( ucap ibuku dengan nada yang semangat ), " Siap Laksanakan!" ( balasku sambil hormat ), Ibu kembali mengelus kepalaku dengan senyum yang merekah di pipi tembamnya, kemudian meninggalkan kamarku dan beranjak ke dapur.

Aku kemudian bergegas ke kamar mandi, setelah beberapa menit kemudian aku keluar dan ku lihat baju berwarna Merah Putih tergantung rapi di depan lemariku, iya itu seragam baruku. ku ambil dengan cepat kemudian ku kenakan, tercium jelas bau khas seragam baruku.

Setelah selesai bersiap-siap ku ambil Tas Ransel Ungu yang sudah di  isi dengan alat tulis sejak tadi malam. Kemudian Aku keluar kamar menuju ruang makan dan terlihat sudah tertata rapi sarapan diatas meja.

"Rain, ayo sarapan dulu sebelum berangkat ke sekolah" ( ucap Ibu sambil memberikan sepiring nasi ", akupun dengan tergesa-gesa menyantap sarapanku dan sesekali meneguk segalas susu yang sudah di siapkan oleh ibu ku. "pelan-pelan nak, nanti tersedak kalau makan dengan terburu-buru"( ucap ibu sambil menatap lemah kearahku ), "tapi bu, Rain sudah tidak sabar untuk berangkat sekolah" balasku dengan nada semangat. dengan segera aku menyelesaikan sarapanku.

Aku dan ibu beranjak meninggalkan rumah dan melangkah selangkah demi langkah menuju sekolahku yang tidak jauh dari rumahku,dalam perjalanan sesekali aku melompat-lompat kegirangan dan ibu memandangiku dengan senyum manis di bibirnya.




Wednesday, October 30, 2019

PUISI - AYAH


R i i y a C h a g i i


Lelaki yang telah terbaring itu ayahku
Dia adalah lelaki terhebat yang pernah kukenal
Dia adalah lelaki terbaik yang mengayomiku
Tak pernah mengeluh meski sakit kadang dirasa

Raga dan jiwa mungkin pergi
Tapi cinta  tidak akan pernah pergi
Sayang tidak akan pernah pudar
akan Ada selalu dalam hati

Langkah berat menyusuri jalan-jalan ini
menyusurinya sendiri tanpamu
Aku melangkah dengan gontai
Mengingat segala cita-cita belum terwujud bersama

Aku merindukan ayah
Aku kirimkan rinduku
Bersama dengan doaku

Semoga engkau berbahagia di sana
Semoga engkau tenang di surga-Nya
Semoga amalanmu diterima oleh-Nya

Aamiin...


PUISI - BUNDA


Bunda,Tak pernah kuharap kau cepat tua dan renta
Tak pernah ku ingin kau lelah dalam usia
Selalu kuharapkan kau terus bersamaku
Dengan cinta berikan petuahmu
Tanpa lelah kau layani kami

Bunda,Dengan segenap rasa bangga dihati
Tak terbesit sejenak fikirkan lelahmu
Kau terus berjalan diantara duri-duri

Semua hebatku
Tak kan pernah ada
Tanpa ikhlas pengorbananmu.

Bunda..
Sabdamu adalah do’a
Do’a yang nyaring terdengar
Dan pasti… didengar 

Terima kasih telah merawatku, telah membimbingku, telah menyelimutiku dengan sayap kasihmu



PUISI - SENJA,INDAHMU SESAAT

riiya chagii

Senja, bolehkah sejenak aku berbicara kepadamu
Tentang segala kalut yang bebal memenuhi relung hatiku
Ini bukan lagi tentang siapa yang berat menjalani hidup
Tapi, entahlah mungkin ada ruang yang kau sematkan untukku
Senja, tak pernah ku dengar kisah lalumu menyeringai pedih tanpa menyisakan perih
Sepertinya hadirmu tetap disukai mereka yang menyukai redupnya perantara sore dan malam
Hadirmu tetap dinanti oleh mereka sampai rela mendaki bukit demi mendapatkan salam indahmu
Senja, aku ingin disapa olehmu tanpa harus bersusah payah mengejarmu
Ataukah hanya pejuang senja yang mendapatkan sapaanmu
Mengapa aku tak berjuang mengejar keindahanmu?
Aku tahu tentangmu, membawa keindahan tetapi tetap saja kau harus meninggalkanku di kala malam gelap telah tiba
Senja, tolong beritahu aku
Apa saja di dunia ini yang tak pernah berpisah dan tak pernah meninggalkan luka
Senja, kau telah mengajariku bahwa yang indah tidak selamanya bersama !


Tuesday, October 29, 2019

PUISI - KU INGIN PERGI

Riiya Chagii



Jauh menatap,mencari setitik cahaya dalam kegelapan
Berlari mencari tenang dalam hiruk pikuknya deburan ombak
Mencari keindahan sang senja namun,iyapun pergi
Lalu, kemana aku harus berlari ?
Tatkala kaki tak sanggup lagi
Gejolak hati tak terhenti
Ingin pergi,namun selalu kembali
Mengapa hati di temani sunyi?
Biarkan burung berkicau di pagi hari
Menyambut matahari tuk menyinari
dan Gelapku akan segera pergi